Friday, September 26, 2008

Balik Kampung

Jeng, jeng, jeng, besh gak dok surfin seblom gi kija nih...hihi....dok pasang lagu raya, supaya bersemangat skit nak berkemas tadi....ye barang dah kemas. Banyak nya barang aku wat balik, satu beg cam memula aku mai kl dlu. Pack brg cam takmo mai sni dah....hihi...aku dah bayaq bil sumer, tinggal bil tepon jek yg lom byq...aku dah kemas umah, tinggal nak buang sampah ja malam ni. Satgi aku balik dalam kul 7 cam biasa, insyaallah, aku terawih 8. Lepas tuh aku nek cab gi kl sentral. Wan amik aku kat situ. Kami akan pulang sedikit lambat. Dalam time sahur camtuh kot. Apa lagik yg tak langsai ni...Hmm...dah kot. Disebabkan aku akan berangkat selama 5 jam arini, aku pohon maaf sekiranya aku de wat salah apa2...sebab perjalanan camni, apa-apa pun leh jadi. =]

Maafkan aku, kalau aku de wat salah apa2 buat semuanya. Sebut - ye saya maafkan aszifa aris, heh...paksa! .. Wish aszifaris ngan cik wan selamat sampaii... Aku mohon perlindungan dan keselamatan dariMu Ya Allah. Amin...! =]

Mari pergi kija....

Thursday, September 25, 2008

Hanya keranaNya

This might be a long post. Dan mungkin tidak tersusun untuk pemahaman sekalian. Ia menjadi satu post luahan. So dont waste ur time here. Pegi wat kija lain yang lagik penting daripada membaca blog aku yg ntah paper ni..

Hati aku sakit, sakit, sakit macam ari convex arituh, sakit mcm mlm log off nite arituh. Satu sifat yang ayah aku cukup tak gemar pada aku, aku suka masuk dengan masalah yng aku tak boleh nak kawal. Ayah aku suka cakap, aku patut biaq saja. Tak payah pikir pun. Jaga diri jie sudah, jangan sedih dengan persekitaran. Biaqla, apa yang tak kena dengan persekitaran, dengan orang len, bukan urusan jie. Jaga diri jie sudah. Tapi sungguh aku tak mampu.

Sekali lagi aku jatuh dari tidak masuk, kalau suatu perkara tuh jadi kat diri aku sendiri, insyaallah, akan aku pohon kekuatan dari Allah, untuk aku mengubah sesuatu dalam diri aku, dan aku akan memutarbelitkan segala kebolehan yang Allah berikan untuk aku, untuk aku tetap berfikir dengan hikmahnya. Namun bila melibatkan ramai orang, aku jadi kaku. Jiwa aku akan sakit, kalau ia melibatkan sekelompok insan2 teraniaya, yang hanya boleh menonton sandiwara dunia. Sometimes i just pusth myself so hard, so that, sekeliling aku bergerak seiring, menuju sesuatu, supaya kita tidak dipijak lagi seadanya oleh orang2 yang tidak bertanggungjawab dengan kewajipan dunia untuk berlaku adil sebagai seorang manusia.

Hal-hal mcam ni, tak boleh membuat aku lari dari memandang jijik dunia. Aku terkenangkan akhirat, di mana semua ini akan berakhir, dan yang berhak, akan mendapat hak, yang benar akan mendapat benarnya, di mana senang lenang tanpa perlu memikirkan sandiwara dan lakonan2 keji dunia, demi kepentingan diri sendiri, dan kelompok sendiri, bukan untuk kepentingan secara sama rata. Aku tahu, aku insan emosi, namun aku masih berusaha keras untuk mengawalnya. Alhamdulillah, kesesakan nafas masih terkawal, walau pun ada panas air menitik tadi. Tapi takde org notice. Hanya aku.

Kadang2 aku duduk mempersoalkan, mengapa aku sering dihadapkan dengan situasi yang sebegini, sungguh, kalau bercakap berdua, bertiga, tak akan aku ungkap kata-kata sebegini, kerana ia suatu situasi, yang tak mampu kita ubah sekarang, selagi mana kita belum kukuh dalam membangunkan diri sendiri. Lebih baik aku berdiam, dan teruskan, daripada aku menghujahkan sesuatu yang tidak akan mengubah apa-apa. Jika aku negatif dalam menghadapinya, ntah berapa ramai lagi yang turut sama akan negatif. Negatif itu akan membunuh, hanya positif yang dapat membantu. Ya Allah, kuatkan aku, dan permudahkan urusan duniaku, kerana di dalamnya aku hidup.

Sekali lagi aku terpandang syurga, yang nyaman udaranya. Tidak seperti di dunia, perlu berjuang dengan situasi yang entah apa-apa. Namun jika syurga itu terlalu murah, Allah tidak akan gadaikannya, dengan menetapkan, kita untuk tetap teguh melaksanakan yang disuruh, dan meninggalkan yang ditegah.

Itu jawapan untuk aku. Sebab itulah aku sering dihadapkan dengan situasi dan jiwa aku berasa sebegini. Untuk diuji, dan mendapat syurga, jika aku cukup hebat dalam mengumpul saham, untuk membayar ketinggian syurga.

Apa yang boleh aku lakukan Ya Allah, segalanya, berlaku dengan izinMu, sesungguhnya, bila aku berasa teraniaya, jiwa aku mula memberontak, meminta, supaya Allah tunjukkan yang benar, supaya suatu hari nanti, terbukti perbuatan aku benar, kerana sungguh aku berasa teraniaya, aku sakit, dan aku harap aku terubat.Aku tak mahu berharap pada yang lain, hanya padaMu aku ingin berharap. Namun itu jua ingin ku kikis, sekiranya, baik pandangan orang, baiklah, namun sekiranya, aku ingin teguh dijalanMu, aku tak patut mempertimbangkan apa-apa, sungguh ia hanya akan merosakkan amalku.

KEENAM
Setelah jalan kelima gagal, maka syaithan mengajukan jalan keenam. Jalan ini lebih hebat dari yang disebut sebelumnya. Dan tidak akan dapat menyadarinya kecuali orang yang hidup pikirannya. Syaithan berkata dengan mendesuskan di hati manusia: "Bersungguh-sungguhlah engkau beramal dengan sirr (rahasia), jangan diketahui oleh manusia sebab Allah jualah yang akan mendzahirkan amalmu terhadap manusia, dan akan mengatakan bahwa engkau adalah hamba Allah yang Ikhlas". Syaithan mencampurbaurkan terhadap setiap orang yang beramal dengan tipu dayanya yang halus sekali. Dengan ucapannya itu syaithan bermaksud untuk memasukkan sebagian dari penyakit riya.

Orang-orang yang dipelihara oleh Allah menolak ajakan syaithan ini dengan mengatakan : "Hai mal'un (yang dilaknat) tiada henti-hentinya engkau menggodaku untuk merusak amalku dengan rupa-rupa jalan. Dan sekarang engkau berpura-pura seolah-olah akan memperbaiki amalku, padahal maksudmu adalah untuk merusaknya. Aku ini adalah hamba Allah dan Allah yang menjadikan aku. Kalau Allah berkehendak mendzahirkan amalku atau menyembunyikannya, kemudian menjadikan aku mulia atau hina, itu adalah urusan Allah. Aku tidak gelisah apakah amalku itu diperlihatkan oleh Allah kepada manusia atau tidak, karena itu bukanlah urusanku". http://cisaat.tblog.com/


Ikhlas, dalam berdua denganMu, bukan mudah, kerana aku hidup beramai di dunia ini. Sungguh, aku mudah dipengaruhi dan dihinggapi. Kadangkala, aku berasa amalku sia-sia belaka, kerna tidak disertai tujuan JELAS hanya padaMu.

Teringat aku, dalam satu malam tu, aku tgh watper ntah, kat tv, ada Dr Asri, ada penonton tanya soalan, ntah aper soalannya aku tak ingat. Namun aku tertarik, dengan penjelasan. "Siapa yang tidak berbuat sesuatu kerana Allah, tidak akan mencium bau syurga ". Aku tahu, bunyinya agak critical. Penjelasannya, "Kalau niat nak kerja ustaz, tapi sebab nak senang dapat kerja, susah nak cari kija, so kija ustaz sajala" Ni contoh saja. Contoh ok, contoh yang Dr Asri bagi. Bagi aku, dia sebut Ustaz, sebab nak tunjuk, betapa mulianya jawatan tu. Namun, niattt...Niat yang tidak didasari Allah, untuk mencari keredhaan Allah. Sia - sia lah. Zero lah.

"Sesungguhnya manusia, takan bisa menikmati surga, tanpa ikhlas di hatinyaa..." Terlintas lagi lirik lagu Ungu, IKHLAS.

Habisla segala penat lelah perjuangan aku, untuk sesuatu yang baik, namun jika aku bergerak, hanya kerana kepuasan psycology. Zero.Rasa dipijak dan terinjak ini, mungkin juga hasil dari dorongan psycology, atau lebih tepat lagik, nafsu aku, yang sedia wujud, gemar membuat pembuktian! Kepuasan psycology...

Semangat, dalam pengertian umum, digu­nakan untuk mengungkapkan minat yang menggebu dan pengorbanan untuk meraih tujuan, dan kegigihan dalam mewujud­kan­nya. Apakah penting atau tidak, setiap orang punya tujuan yang ingin dia raih sepanjang hidupnya. Antusiasme, yang sering ditujukan untuk keuntungan material, juga mengemuka ketika nafsu keduniaan dibicarakan. Sebagian orang berusaha untuk menjadi kaya, untuk memiliki karir yang cemerlang atau jabatan yang prestisius, sementara yang lain berusaha untuk tampil lebih unggul atau untuk meraih prestise,penghormatan,dan pujian.

Orang-orang bodoh dan yang lalai ber­usaha untuk mencari kepuasan sebanyak-banyaknya dalam kehidupan dunia, selama periode waktu yang singkat ini, ketimbang berusaha untuk memperoleh ridha Allah dan surga-Nya. Akibatnya, masalah-masalah mem­­­berinya semangat terbatas pada tujuan-tujuan kecil menyangkut dunia ini. Faktanya, perasaan yang mereka bayangkan sebagai semangat dan gairah tidak lain adalah kera­kusan. Mereka, yang sangat bergairah menja­lani kehidupan ini, merasakan kegai­rah­an besar terhadap segala sesuatu dimana mereka mengharapkan akan memperoleh ke­untung­an dan kondisi kehidupan yang lebih baik. Maka, orang merasakan hasrat kuat untuk menjadi kaya atau memiliki status atau karir yang prestisius. Untuk mencapai tujuan sema­cam itu mereka melakukan semua bentuk pengorbanan diri dan menahan segala kesulit­an.

Aku ternyata, mendapat jawapan. Jawapan dengan kepalsuan, definisi, definisi kejayaan dari dunia, yang ternyata, lelah di akhirat. Jadi lenyapkanlah segala persoalan, mengapa, sesetangah org yang jauh dari Allah, namun, masih berjaya dari definisi dunia. Mengapa mereka punya semangat yang lain tidak bukan sebenarnya, kerakusan semata-mata, kerana berbuat bukan kerana Allah. Sesungguhnya, petikan ini, satu teguran buat aku sendiri.

Huraiannya, disambung :


Kehidupan sehari-hari orang-orang ini ter­ikat dengan kejadian-kejadian yang mengung­kapkan pemahaman mereka tentang sema­ngat. Sebagai contoh, untuk memperoleh diploma, prestisius yang akan membuat diri­nya memperoleh pengakuan, seorang maha­sis­wa mungkin menenggelamkan diri­nya di tengah buku-buku selama bertahun-tahun. Sadar bahwa ini kondusif bagi keberhasilan, dia rela menghabiskan malam-malam tanpa tidur dan menghindari pergaulan, jika perlu. Hari-harinya dimulai dengan suasana pagi di kendaraan umum yang sesak dan dihabiskan dalam usaha keras, dimana dia menerima dengan senang hati. Namun, dia menolak untuk melakukan pengorbanan yang sama untuk membantu seorang teman karena hal itu tidak memberikan keuntungan duniawi. Apa yang digarisbawahi di sini ialah, bahwa meskipun sebagian besar orang tahu bagai­mana menye­lesai­kan suatu tugas dengan sema­ngat dan gairah, mereka hanya akan melakukannya jika tugas itu sesuai dengan kepentingan mereka. Mereka tidak memper­lihatkan ambisi yang sama untuk sesuatu yang akan mendatangkan ridha Allah, dan mem­per­lihatkan ketidak­mau­tahuan jika ke­untung­an duniawi tak bisa diharapkan.

Mentalitas jahiliah ini, yang hanya di­da­sar­kan pada keuntungan duniawi, dapat digambarkan dengan contoh berikut ini. Seorang eksekutif yang perusahaannya di ambang kebangkrutan mencurahkan seluruh energinya, pengetahuannya, sarana dan waktunya untuk menyelesaikan masalah itu. Tetapi karyawannya tidak merasakan kegai­rah­an yang sama untuk menyelamatkan per­usahaan dan kecil kemungkinannya untuk mencari solusi karena dia bukan orang yang akan mengalami kerugian langsung ketika perusahaan bangkrut. Sebagaimana terlihat, keuntungan duniawi umumnya melandasi semangat dan tekad yang dirasakan oleh para anggota masyarakat jahiliah. Sebesar mana keuntungannya, sebesar ambisi yang mereka miliki.

Karya Harun Yahya - Semangat.


Sesungguhnya, aku hanyalah insan yang rugi, jika air mata, penat lelah, rasa sakitku, aku serahkan buat sesuatu yang hasilnya bakal jadi sia-sia. Terperangkap dalam perbuatan yang baik, namun niat yang belum tulus mungkin. Banyak digerakkan emosi sendiri. Aku sungguh ingin, terus denganMu Ya Allah, tanpa ada sangkut paut lainnya.

Dan sesungguhnya, aku bersyukur, andaikata sakitnya aku hari ini, kerana sesuatu untuk mengangkat darjat agama ku. Dan aku minta perlindungan, andai sakitnya aku hari ini, kerana emosi dan nafsu aku sendiri.

Di Ramadan Yang Mulia ini Ya Allah, aku memohon, seribu kebaikan buat diri kami semua. Jika ada kesalahan dan kepincangan dalam diri kami, maka tariklah kami semula ke jalan kami. Lembutkan dengan seruan azanMu, buat hati2 kami yang keras dalam melaksanakan tanggungjawab buatMu, mungkin itu jua, yang membuat hal-hal ini terjadi. Jauhkan kerosakan dari kami, dan sayangi kami, semoga hati kami bulat untukMu. Dan kami menanti, hari yang pasti, buat mendapat yang hak dan yang benar, di mana pertimbanganMu Ya Allah, tiada diskriminasi. Amin...

Boleh lagi ke bertahan nak gi kija 2 ari lagi ni?

Nak balik,

Asek ingat nak balik,

Cepatla, Nak balik ,

Nak Balik KEDAH!..

Nak balikkkkkkk!!!!!

huk,huk, nak balikk...takmo gi kija, uwa nak baliiiiiikkk!!!

Thursday, September 18, 2008

Apa ada dengan marah?

Dah abis dah kasih iftitah, kena tgu minggu depan lagik, ala tak besh pun citer arini...naper beb, dah tersangkut ngan gf lama la pulak...acecece, cik nazirah, yor2 berterus terang, 'hubungan yang lebih darik kawan?' he he he...ntah, tapi lega jugak hati klau berterus terang, takde nak pusing2 terperangkap dalam fikiran yg ntah aper2...

Nak balik Jordan ngan tunang ker? balik la, tapi cam tipu jek klau dalam jalan citer ni hero balik Jordan ngan tunang dia. Dah la ayah sakit, syarikat pun tak stabil. Takan nak balik kot. Tapi memang konflik la kija kat iftitah tuh.

Klau dah tunang memang la pilih tunang kan. Takan nak pilih julia zigler plakk..Jeng jeng jeng, tapi arini aku dapat citer ader org dah tunang nak kawen dah pun tapi gedik dok menggatal jugak. Rasa cam nak siat ngan pisau potong 18 jemur wat cam ikan salai.

Cepat betul aku skang ni nak menjadi marah. Cam pagi tadik sampai ja kat opis terus termarah. Tapi aku simpan jek sedutan kemarahan aku tuh dan aku membuat diri aku senyum, tapi aku panas. Last2 aku mengambil keputusan untuk menganggap kemarahan tuh sebagai satu ujian jek buat aku untuk menilai kesabaran aku di bulan puasa ni, dan satu latihan untuk aku mengawal perasaan samada aku ni kuat atau pun tak, untuk terus wat kija walaupun kat dalam ni rasa cam wap panas volcano.

Klau bulan tak posa tuh, aku cam - hmm ni setan ar ni, aku takleh kalah pun, so aku taknak sambung episod kemarahan aku. Tapi lam ramadan ni jelas nafsu aku la yg tengah meraung tuh, dan aku takde sape2 pun nak salahkan. Dan setiap kali aku marah, aku akan cuba ingat citer, tersebutlah kisah, dipendekkan cerita, seorang sahabat yg sedang berperang di medan perang, musuh meludah dan sahabat tersebut merasa sangat marah, hampir dipancung musuh tadi dengan pedang hanya menunggu masa menjalankan tugasnya, namun ditarik dan tak jadi bunuh musuh tersebut, sebab -"Jika aku bunuh kamu, aku bunuh kamu, atas sebab kemarahanku sendiri, bukan kerana AGAMAku"... jeng jeng jeng, so takyahla marah jie, kawal skit diri tuh, maybe sebab rasa nak balik sangat, yg trigger sume menda yang ntah aper2 nih..

Balik kepada kisah tunang orang, aku akan cuba menulis dengan serasional mungkin. Aku agak emosi, kerana mangsa kejadian tuh antara kawan yang dekat sangat dengan aku. Pelaku dan tunangnya jugak, kawan aku, cuma kawan yang agak jauh. Aku cam tak caya, apa rasional sumer ini? Apa logiknya suma ni ha? Beb, setahun dah sume menda ni, ke mana hujungnya. Kot ye giler aper, aku tak dapat bayang perasaan mangsa kejadian, selama nih dok ho-he, ho-he dengan tunang orang rupanya. Klau aku pun, mesti rasa cam kena lempang jek ni.

Klau tunang org, laki org ke, nak menggatal kat opis, aku paham le kot. Cuma yang single ni kena la pandai2 jaga diri. Kawan la ok ja, tapi ada la batasnya. Kita tau yang tuh. Tapi ni klau kes ni aku sendrik takleh nak paham. Apa rasionalnya ni? Aku pun tak larat nak predict dah aper ke hei, sakit mental ke aper. Dugaan btul la bulan2 posa nih. Dah la. Jangan mintak aku terdoa yang buruk2 pulak orang lain. Cuma aku frustrated yang ke -2 kalinya dengan pihak lelaki.

Sian kat kawan aku, penah skalik aku ingat, dia cakap , takut ter-ayat dah ni, dah gila dok goda orang laki ni. Klau aku pun tobat cayaq. Ko naper ar ? Aper tujuan ko sebenaqnya? Takan stakat nak isi kegersangan dan kekosongan jiwa yang tak terpenuhi kot? Rasa cam nak maki jerk ni. Takpela tak jadi, sebab aku ingat, arituh ja pesan kat aku..jie jaga skit pekataan tuh, ingat tak arituh kita tgok ustaz zawawi kat tv cakap aper...biarla tak baik judge org...

Okla, okla, leave it la. Tak kemana pun. Aku ucap selamat pengantin baru, semoga korang bahagia sampai bila2. Buat kawan yang dekat dengan aku ni, dia cakap kat aku, dia malas la klau nak balas2 balik, dia anggap je, ini balasan buat dosa2 dia yang lalu. Sume menda pun ada hikmahnya. Biar Allah saja yang tentukan, bak kata kawan aku. Oklah camtuh. Klau aku pun, maybe aku akan buat perkara yang sama. Biaq je la orang nak buat apa dengan orang, klau kita asek nak balas membalas, kita pilih jalan yang jauh dari tenang sebenaqnya. So biaqla, walaupun kita mengalah, tapi tak semestinya kita kalah.

Aku nye konflik pun kembali menjengah ni. Ntah naper tiba2 plakk..aku kuat jek selama ni. Ni ntah naper plak dia jadik lemau. Aku tak berani doa sesuatu yang aku nak sangat2..sebab aku akan dapat satgi. Kalau menda tuh tak baik, aku dapat jugak selalu, tapi ada la kesan buruk dia kat belakang tuh. Samala keadaan kali ni, aku taktau, walaupun at some part aku nak sungguh, sungguh aku nak, tapi aku tak de ketetapan hati nak mintak yang 'tuh'. Aku pohon saja yang terbaik dari penilaiaanMu Ya Allah, sesungguhnya hanya engkau sahaja yang lebih tahu akan segala-galaNya.Aku mohon satu, tak kira apa penghujungnya, tolong percepatkkannya.

Dah sakit perut lak ni, gastrik nak mengjengah lani da tak jaga makan. Muka aku dah ok dah sikit. Tak gerun dah aku tgok kat cermin. Aku wat apa pun tatau, mungkin sebab doa bagi muka ok sikit kot, aku stop jab makan menda2 gatal, aku stop minum ayaq kat umah ni, dan aku pakai pencuci muka lain. Tak tau la part mana yang meng-ok kan. Ataupun wajah aku nak sedikit perhatian dan belaian kot ..he he he..sebagaimana perut lapar yang berbunyi, camtu jugak la organ2 lain kita, salu send signal.

Dah, dah, aku nak pi minum ayaq...Ya Allah, berikan saja aku kekuatan, untuk selalu memandanga yang indah dan besh itu, hanya yang ada padaMu, hanya yang pada engkau redha dan halalkan. Kurniakan aku kebijaksanaan dan kecekapan, serta kepantasan. Aminnn..



Wednesday, September 17, 2008

Syed Mokhtar Al-Bukhary

Pendidikan - SPM
Mula berniaga - 19 tahun (jual beli lembu dan kerbau)
Kekayaan -RM1,425 juta
Ke 7 terkaya di Malaysia
Ke 32 terkaya di Asia Tenggara (Forbes)
Antara syarikat miliknya - MMC, Pelabuhan Tg.> Pelepas, BERNAS, Gardenia, DRB-HICOM dan Bank Muammalat
- Kereta - Proton Perdana
- Sumbangan sosial -Yayasan Al-Bukhary, institusi pengajian untuk 3,000 pelajar, Muzium Kesenian Islam, Kompleks Al-Bukhary, menaja kelas tuisyen untuk pelajar Melayu, pengindahan Masjid Negara, sumbangan RM1 juta untuk Tabung Tsunami dan menaja setiap tahun penghantaran rakyat Malaysia yang tak mampu untuk tunaikan haji.
- Bagaimana sumbangan sosialnya bermula - Bila mana ibunya menyuruh memberikan sebahagian elaun (RM750.00) pertamanya sebagai pengarah syarikat beras kepada jiran yang susah. Sebahagian lagi (RM750.00) ibunya simpan. Selain itu, ibunya juga menyuruh beliau menghantar lampu kerosen ke surau-surau untuk menerangi kegiatan sepanjang malam bulan Ramadhan. Dari situ bermulalah pembentukan peribadi dan pemikiran Syed Mokhtar yang kita kenali hari ini.

1. Ada sebab kenapa saya bekerja seperti tiada hari esok. Agenda sosial dan kerja-kerja kemasyarakatan itulah antara sebabnya. Saya mahu meninggalkan warisan untuk anak bangsa yang kekal berpanjangan

2. (berkenaan know who) Bangsa lain tak mengapa tapi orang Melayu kena berdamping dengan orang politik sedikit-sedikit. Tapi masalahnya kita tidak mahu melalui kesusahan; banyak yang mahu senang dengan mendampingi orang politik semata-mata.

3. Tiada apa-apa rahsia. Saya ini hamba Allah biasa, budak dangau macam saudara semua juga. Tuhan jadikan manusia ini sama sahaja. Proses kematangan saya yang membezakannya. Saya percaya sesiapa pun boleh menjadi apa sahaja asalkan mereka berusaha dengan tekun. Tetapi tentulah ia memakan masa. Tiada jalan singkat.

4. Saya mengenali kekuatan dan kelemahan saya. Apa yang tidak mampu buat saya akan minta orang lain tengok-tengokkan. Saya melalui jalan yang susah tapi itulah jalan yang kekal.

5. Kita perlu menggunakan kepakaran mereka (bangsa Cina) kerana mereka jauh lebih maju dan mahir daripada kita. Apa yang kita kurang faham kita berkongsi dengan tujuan untuk belajar dengan mereka. Apabila sudah faham baru kita boleh menjaga kepentingan kita.

6. Saya sedih melihat sistem sekolah pondok di Kedah. Saya ada cita-cita mahu memodenkan sekolah pondok. Kita kena maju.

7. Saya terlibat dalam perniagaan ini kerana saya tiada pilihan lain.

8. Untuk memajukan perniagaan, memang kena banyak sabar dan kuat berusaha.

9. Tidak ada jalan singkat. Saya belajar tentang perniagaan ini sejak kecil lagi dan saya juga biasa kena tipu.

10. Saya pun suka kemewahan. Saya pun suka tengok dunia, ke Tokyo, New York dan London. Saya pun suka pakai baju elok. Tapi kita hendak bermewah setakat mana, hendak pakai baju banyak mana, hendak tidur dalam berapa rumah satu malam, hendak makan pun sampai larat mana ?

11. Dalam hidup ini kita sebenarnya tidak ada status; ada masa di atas, ada masa di bawah.

12. Ketika Allah memberika kemewahan, kita kena turun ke bawah, tengok mana-mana yang boleh dibantu. Allah beri rezeki melalui kita untuk kita tolong orang lain. Rezeki itu bila-bila masa dia boleh ambil balik.Jika ada orang korporat Melayu yang tidak mahu turun ke bawah mungkinkerana bayangan duit itu lebih kuat daripada yang lain.

13. Korporat Cina turun ke bawah membantu. Orang Cina ada pelbagai persatuan. Kita tidak ada; kalau ada pun berpecah. Orang Melayukita tidak mahu bekerjasama kerana perasaan dengki menguasai diri. Sudahlah tak mahu berusaha, apabila orang lain berusaha mereka marah

14. Rezeki yang ada itu sebenarnya untuk orang lain. Memang dari segi hukum pun begitu. Kita kena keluar zakat dan fitrah. Tetapi zakat fitrah banyak mana sangat. Islam agama yang adil; ia minta sedikit saja. Oleh itu, kalau ada duit yang lebih ia seharusnya dibelanjakan dengan baik.


15. Saya tak kisah kalau saya tak buat semua ini. Saya boleh tak buat apa-apa dan balik ke Alor Star. Tetapi saya rasa hidup ini sia-sia. Orang Kedah kata kalau mati nanti mata tidak tutup rapat kerana tanggungjawab depan mata kita tidak buat. Orang lain ambil kekayaan kita, ambil hak kita dan pergunakan kita, kita masih tidak buat apa-apa !

16. Saya ada emotional attachment kepada agama, bangsa dan ummah. Saya bukan individualistik. Diri saya tidak penting. Pangkat dan gelaran ini kepada saya tidak mustahak.

17. Saya sedih media tonjolkan saya begini. Saya malu kerana orang Cina kaya beratus-ratus kali ganda daripada saya. Tapi saya tahu orang Melayu kalau hendak berjaya kena kerja kuat tidak kira siang malam. Kita ada kekuatan yang tuhan beri melebihi daripada bangsa lain. Tetapi untuk maju kita perlu berusaha.

18. Saya asal daripada tidak ada apa-apa. Apa yang saya tidak tahu saya belajar, minta tolong daripada orang. Saya tidak malu. Saya bukannya mencuri. Saya usaha sendiri. Sikap pemalas dan pemalu ini yang orang Melayu kena atasi. Kita kena berani kerana benar. Apabila kita dapat keuntungan dan rezeki lebih, bolehlah kita menolong orang.

19. Kaya itu bukanlah kepada diri sendiri. Kaya itu adalah kepada kumpulan perniagaan ini, kepada bangsa dan kepada orang ramai. Saya hanya memegangnya untuk sementara sahaja.

20. Saya tiada keinginan untuk menyimpan kekayaan ini untuk anak dan isteri. Duit ini tidak akan kekal. Saya percaya hanya perkara yang baik yang kita lakukakan akan kekal. Bukan duit yang akan melindungi saya nanti tapi apa yang saya lakukan sekarang.

21. Saya perlu terus mencari peluang dan perniagaan lain supaya kita terus dapat bantu orang lain mengembangkan diri masing-masing. Saya bukan buat semua ini untuk diri saya semata-mata.

22. Ada juga yang saya usaha tapi tak dapat dan orang tak tahu. Apa yang saya dapat itu yang jadi masalah kononnya Syed Mokhtar sapu semua. Bangsa lain memegang pelbagai kepentingan dalam ekonomi, siapa pun tak kata apa. Ini masalah orang Melayu. Di kampung orang Melayu berpecah kerana politik, di bandar berpecah kerana ini (wang).

23. Saya percaya kalau rezeki itu Allah beri kepada saya ia bukan untuk saya tetapi untuk orang ramai juga. Orang tidak tahu banyak syarikat yang saya ada ini gagal dan tidak maju kepada saya tetapi orang tidak tahu.

24. Banyak orang percaya bahawa dia mesti ada RM10 juta atau RM20 juta dalam tangan baru hidup boleh selamat. Ini yang menyebabkan mereka hanyut daripada menolong orang lain. Mereka lebih takutkan diri sendiri. Mereka lupa bahawa kekayaan tidak boleh membantu selama-lamanya.

25. Orang kata saya takda duit tapi banyak hutang. Orang berniaga mana yang tak berhutang. Tapi mesti tahu bagaimana hendak meminjam dan membayarnya semula. Ada cara boleh kita buat. Tapi sebelum berhutang RM100 juta mesti sudah fikir bagaimana hendak membayarnya balik. Mesti ada tanggungjawab. Banyak orang mahu senang tapi tidak ramai yang mahu bertanggungjawab.
26. (perasaan setiap kali mendapat rezeki). Saya ini kata orang Kedah, lebai kodok bukan lebai pondok. Tapi saya tahu hal-hal asas. Kalau mahu saya minta terus dari tuhan. Tuhan beri manusia akal dan fikiran. Kalau hendak pakai baju dan seluar biarlah padan dengan badan.

27. Kesenangan yang saya perolehi ini datang dengan tanggungjawab (bila pinjam bayar balik dan buat amal jariah). Kalau hendak dibandingkan dengan bangsa lain, perniagaan saya ini tidak ada apa. Tetapi walaupun sedikit tetapi yang sedikit itu ada berkatnya.

28. Saya suka kalau nikmat sedikit yang saya dapat itu orang lain boleh berkongsi sama.

29. Saya kadang-kadang kecewa dan sedih melihat anak orang alim yang sesetengahnya lupa diri setelah mendapat kekayaan. Saya pun sama seperti orang lain suka hendak ke luar negara tetapi kita tidak boleh lupa kubur kita dan asal usul kita. Di kampung kita mungkin ada jiran-jiran yang perlukan bantuan.

30. ....kalau tidak mungkin saya sudah ke Haatyai dan jadi nakal. Saya manusia yang banyak buat kesilapan. Tetapi saya insaf, beristighfar dan jalan lagi. Sejak awal saya ada kesedaran mahu mengekalkan hak kita sebagai orang Melayu.

31. Saya kata kepada diri sendiri kalau kerana itu saya terpaksa bersusah sedikit pun tidak mengapa.

32. Kekayaan ini tuhan beri kepada saya untuk saya menolong orang lain pula. Saya percaya kepada keberkatan rezeki. Hari ini kita tolong orang, esok lusa orang akan tolong kita pula dengan cara yang lain.

33. Kalaupun tidak sanggup tunggu 34 tahun seperti saya berilah sedikit masa untuk faham selok belok perniagaan, Insya Allah boleh maju.

34. Kita jangan cepat putus asa. Putus asa boleh tapi kena cepat-cepat kuatkan semula semangat untuk bangkit balik. Jangan jadikan agama hanya satu tempat untuk kita bergantung apabila kita susah. Tanggungjawab ibadah adalah tugas seharian.

35. Lifestyle ? Saya tidak ada lifestyle yang kena masuk kelab sana dan sini. Tapi tak semestinya saya tidak boleh turun ke kelab. Orang Melayu kalau hendak ke depan mesti ada cara hidup yang fleksibel, boleh naik dan turun.

36. Lifestyle ini sebenarnya satu penyakit. Saya biasa pakai Mercedes tapi sekarang saya pakai Proton Perdana untuk sokong kereta nasional. Kereta itu pun cukup untuk bawa saya ke mana-mana.

37. Tiada sebab orang kenapa Melayu tidak boleh maju. Ini saya berani perang dengan sesiapa pun. Orang Melayu boleh maju. Kalau saudara jadi wartawan saudara kena tanam semangat suatu hari nanti mahu ambil alih akhbar ini. Tidak ada sebab kenapa ia tidak boleh berlaku.

38. Kejayaan dan kelemahan orang Melayu bukan disebabkan oleh bangsa kita dan agama kita. Ia berkait dengan sikap dan cara kita berfikir. Gigih, tekun dan tidak mudah putus asa merupakan kunci kejayaan kita. Tapi perkara ini kurang wujud dalam cara orang Melayu berfikir.

39. Tuhan memberi peluang kepada siapa saja yang bekerja kuat. Apa yang ada pada saya ini hanya usaha. Kalau anak dangau macam saya boleh, tidak ada sebab orang lain terutama mereka yang dari pekan tidak boleh.

40. Kita tidak usahlah selalu mengulang-ulang perkara yang boleh memberikan kesan psikologi negatif kepada orang Melayu (kereta dan rumah besar). Kita kena kurangkan bercakap tentang kereta besar dan rumah besar. Sesiapa pun mahu pakai kereta mewah tapi bukan itu matlamatnya.

41. Orang Melayu sebenarnya kena membantu diri sendiri, kena bekerja keras dan fokus.

42. Sikap merendah diri perlu sentiasa ada dalam diri seseorang walau setinggi mana pun kejayaan dicapai.

43. Apa yang saya buat ini (kerja-kerja sosial) semuanya bermula daripada didikan orang tua saya sendiri.

44. Saya sendiri berhutang sambil berniaga dan buat sumbangan amal jariah. Saya tak mahu tunggu hutang habis baru hendak buat semua ini. Saya takut kalau hutang habis saya pun mati dan apa pun tak sempat saya buat.

45. Saya biasa saja. Hidup saya tidak berubah, dari dulu beginilah. Saya terima apa saja nikmat yang diberikan oleh Allah. Tidak ada segelas air, ada setengah gelas pun saya bersyukur.

46. Kalau kerana sedikit bantuan itu mereka lulus peperiksaan dan hidup mereka menjadi lebih baik, saya sudah gembira. Saya tidak boleh buat banyak. Alhamdulillah, lebih baik buat sedikit daripada tidak buat langsung.

47. Saya tiada minat untuk beli kapal layar atau kapal terbang. Saya fikir kalau saya beli sesuatu biarlah orang ramai boleh pakai. Saya suka kalau saya beli sesuatu yang mahal, biarlah orang ramai boleh pakai.

48. Saya gembira dapat membantu. Saya mahu orang lain merasai (kesenangan) apa yang saya pernah rasa. Saya tahu bagaimana perasaanya. Saya kata kepada diri saya, apa yang saya dapat saya mesti beri orang lain merasainya sama. Jangan beri kurang, lebih tak mengapa. Itu yang membuat hati saya seronok.

49. Saya rasa saya ingin menyumbang lebih daripada ini. Saya kata kepada kawan-kawan ini baru warm-up saja; kita belum berjalan lagi. Saya rasa kita terlalu banyak ketinggalan.

Aku, dia dan DIA

Dalam celah ku intai cahaya,
Masih ada kah peluang aku memilikinya..
Sungguh dia telah berubah tampak gaya..
Semakin kuat dalam mengenengahkan prinsipnya...

Aku rasa dia lemah,
Aku rasa dia kurang,
Selama ini aku rasa aku yang lebih,
Selama ini aku berasa aku lebih bagus...

Luarannya.

Dalamannya,
Pada dia aku tampak ada kekuatan tersendirinya,
Senang didekat, sukar dijajah,
Senang bersentuh, sukar melekat...

Pelik.

Sekejap begini, sekejap begitu,
Apa dia ini rapuh?
Atau gemar bermain teka teki...

Sukar untuk aku mempercayainya,
Kerna sikap mesra melampaunya,
Melampau bagi aku kadang2nya...

Aku masih ada impian,
Dengan gadis pujaan,
Dia ini bukan pujaanku,
Namun tetap menarik aku ke arah sesuatu...
Apa ada pada dia?

Kata dia,
Jangan menghampiri dirinya,
Jika ingin dihampiri,
Hampirkan diriku dengan Allah sejati,
Pohon saja petunjuk dariNya,
Bukan petunjuk dari dia.

Tetapkan hati kata dia,
Dan biar dia dijajah, dan melekat,
Denganku,
Dengan cara yang paling halal...

Dia hanya diam,
Dan tetap membisu,
Tanpa ingin melafaz sesuatu?
Sekurang-kurangnya,
Beri aku petunjuk sesuatu,
Namun dia tegar tiada petunjuk untuk ku...

Kata dia,
Jika ingin,
Aku di sini,
Dia di situ,
Allah di antaranya...
Biar ini cinta tiga segi,
Tak mahu berdua saja menikmati dunia..
Biar tetap bertiga sehingga ke Syurga...

Aku diam seribu bahasa,
Tanpa kata,
Tanpa bicara...

Tuesday, September 16, 2008

Arini de satu kisah lawak jenaka yang berlaku pada diri aku, aku rasa kelakar sangat, tapi at one side aku marah gak kat diri aku sendrik. Malas lagik nak ingat, aku rasa marah dalam kelakar, ader ker perasaan camtuh...kikikiki...

See, see tenang nya si Azrai nih. Penat jek aku riso ntah menda rudy tuh nak wat ngan dia, tapi dia tenang setenang air, takde risau paper pun.

Ntah aper hikmahnya kisah tadi tuh, klau ingat, rasa gelak sinis sambil geleng kepala. Takpala, simpan sendrik je la kisah ni. Semoga aku tak dihadapkan lagik dengan kisah2 camni. Sebab aku still manusia yg lemah. Nafsu masih boleh menguasai diri. Bukan de syaitan pun ramadan2 ni. Nafsu la tuh...

:)

Thursday, September 11, 2008

IMPIAN

Arini Ti adik ja datang rumah, tgh urut kakak dia, wah beshnya klau dlu msa stadi2 leh lepak duk umah kakak yg bujang. Hiks. Kakak yg dah kwen tak berapa besh.

Baru habis tgok citer Kasih Iftitah tadi. Emo la pulak, part Rusdi Ramli ckp kat Julia Zigler, 'Ini tunang saya'..ah, ah , ah, Ko dah tunang ke, cakap awal2 bleh dak pakcik? Pompuan tuh tangkap cintan tuh, baru nak cakap ka...aisehhh...cam la tak perasan org suka kat kita. Dah tu bleh plak aku pikir, laki baik camni, tunang pun baik, dah elok dah, takan nak pulak kat pompuan yg camni. Salu laki type yg gitu memang pilih pompuan yg cam gitu pun. Ceh cam besh plak watak Rusdi Ramli dalam citer nih....Hah, nak dapat jodoh baik, kena la jadi org baik...

Ntah, tapi klau watak perempuan aku laki suka tgok watak Julia Zigler kot. Kesian plak aku tgok dia nangis sambil renung jurnal dier. Dah ler jurnal dia sama ngan buku aku, buku yg fai belikan hadiah ari jadi aku. Cuma saiz buku aku kecik skit. hehe.

Tapi Rusdi Ramli nih cam suka plak kat Julia Zigler, jeng, jeng, jeng. Esok dah tade la plak citer ni. Tgu minggu depan.Bagus tul type lelaki sebegini, heh, aszifa aris, selalu suka kat org yg ntah paper...mungkin something wrong ngan ati aku nih...ah kisah lama, aszifa aris boleh berubah kan...hikss

Dah habis kisah cinta, kita masuk bab duit raya plak...

Kakak send tadi, senarai penerima duit raya, masa tuh aku kat opis, pastu ada masa aku update jab list aku, tgok kakak dia still bias, kat yg besar kasik banyak, yg bongsu dapat half dari yg besaq. Tak aci!!!..Tgok list jie, sama adil! Hiks, tak abih2 dengan prinsip idup...Woooo.......banyak luit mau keluar woo ini laya. Bleh bli peti ais satu bila kira budjet tadik. Tapi biarla, setahun sekali jerk, aku pun bukan salu sangat balik, nak bandingkan duit yg keluar tuh, dengan ikatan silaturahim yg dapat dibina, aper la sangat..sangat berbaloi...ntah aper sangat yg aku leh kasi pun, org len duduk dekat ngan adik-beradik, apa2 salu kerap melawat antara satu sama lain, aku balik umah pun jarang...wuwhuhu, sedihnya bunyik..

Bab2 duit ni, aku banyak menjadikan kakak sulong aku sebagai idola. Kakak aku sangat tak berkira orangnya, salu kasi hadiah, salu kasi duit kat orang. Tak kedekut pun walaupun sedikit.Cukup plan wat simpanan, tak boros, dan tak kedekut. And rezki kakak mmg murah bagi aku. Aku baca jugak bab2 rezeki nih, aku agak tersentuh skit ada satu part ni, sat nak ingat...lebih kurang camnih la ekk, kita dok pekin2 duit, seringgit dua pun berkira sangat, nak pegang rapat klau bleh, tapi klau Allah nak tarik, bila2 pun bleh. Pegang kejap, tapi tiba2 Allah turunkan sakit tumor yang perlukan perbelanjaan yang sangat tinggi, habis camtuh ja duit kita...dah lama dah aku baca artikel tuh, tak ingat sangat isi dia, tapi itulah hikmah yang aku amik. Duit kita yang kita rasa milik kita ni, yang kita sayang sangat ni, yang kita rasa inilah Hak aku ni, sebenarnya tak lebih tak bukan Hak Allah semata-mata. Bukan semata-mata untuk kita. The more we give, the more we get...Lebih menginsafkan, bila kita ingat, kejadian kita, datang ke dunia, tanpa seurat benang, dan baliknya kita menemuinya, tanpa membawa apa-apa jugak...Sekarang kita berada diantara masa HADIR dan masa PULANG. Jelas masa PERANTARAAN ini, semuanya tetap PINJAMAN Allah semata-mata.

So tak ada sebab kan untuk kita rasa bangga, rasa bagus, riak, dan apa-apa lagik rasa la, bila mengenangkan kita berada di masa PERANTARAAN. Semuanya PINJAMAN. Perumpamaan mudah singkat yang mudah dipaham semua,Seolah2 seorang driver yang bawak keta mercedes, klau dia action, dia bodoh, sebab tuh bukan keta dia pun. Jadi bodohlah kita semua, jika kita ini tergolong dalam golongan yang gemar berbangga terlebih dengan pinjaman2 Allah pada kita.

Aish, lari topik gue, lari.....Okeh, okeh..Aper lagik aku wat arini ha, aku gi bukit bintang arini, meriahnya malam2...aku gi teman ja, ha aku gi sini :

The Japanese Language Society of Malaysia.

Hiks, aper kebendanya menda nih pun aku tatau, tapi ja memang kalut nak datang sni sebab arini ari last nak daftar untuk test ni. Aku pun ty la test ni untuk apa, yang aku tau ja memang menyimpan impian nak sambung stadi kat jepun, kena amik test ni dulu ka? Bak kata ja, ni test level paling bawah, level 4, test ni ada sampai level 1. Klau nak gi jepun, depends la, kdang2 sampai level 3 pun dah bleh sambung...ada writing, listening, speaking ngan reading test. Ooo, baru beta mengerti.


DAh sampai tuh, teringat plak ja dia tak semayang lagik, dah nak masuk Isyak nih, dia ty pekerja kat situ, katne surau paling dekat...adala mamat melayu , customer la jugak, dia cakap kat Sungei Wang kot. Tapi bagi aku mesti de je kat mana2...tapi dah tak sempat dah ar pun, sebab tempat ni nak tutp kul 9..dtg sni pun bergegas2..adeh, kalut tuila. Dah ja ty pulak, camne ni jie, cepat kasi pendapat, klau tak daftar arini dah tak sempat, tapi tak mayang lagik nih...Lemah tuila, jgn ty akula klau tak sempat. Adeh, kot ye klau sempat daftar pun, tapi klau Allah tuh murka camne beb. Naper la salu dihadapkan ngan situasi2 camnih. Aku suggest, ja ty ada empty room tak, dia dah cukup syarat tutup aurat, takyah kain semayang dah. Sib baik ada bilik kosong yang lapang dan sesuai jugak. Bilik Aikido. Bilik ni bilik belaja seni mempertahankan diri kot. Ntah aku pun tatau sangat jepun2 nih..Lega la ja, dia sempat semayang. Bilik Aikido ni memberi inspirasi pulak kat aku, klau Firas or Fahim main jalan2 kat sni,klau jatuh pun tak sakit nih...sebab lapik dier cam gini...kabus: Aku dapat idea untuk rumah idaman aku beberapa tahun lagik..wahaha...

Bilik Aikido

Aku borink, so aku jalan2 amik gambaq...menarik jugak tempat ni ehh, tapi dia patut pakai teknologi la bab2 mendaftarkan org nih. Nih kan zaman IT, klau aku tlon wat software nak? Leh juai nih..wahaha...
Ja nih pun sama jugak, ada kelebihan, dan ada kekurangannya, kadang2 aku malas jugak nak layan kecerewetan dia, sungguh aku malas, nak datang sni pun aku tak larat pun, sebab kaki aku ni taula kan..tapi aku tak sanggup plak tgok orang yang penuh harap, penuh impian cam gini. Sibuk ja ngan impian jepun dia, nak salji la, stadi flash kad bahasa jepun la, ngan kelas jepun la, ngan sensei dia la, ngan makanan2 jepun dia, dengan pesta jepun la, ntah apa2 lagik yg dijepunkan.Hujung thn ni pun, nak gi jepun melancong. Sanggup kumpul duit tuh. Setengah-setengah orang ada impian, tapi kurang perlaksanaan, tapi dia ni berimpian, dari form 4 lagik dia kata minat jepun2, dan ada perlaksaanaanya secara konsisten.

Borang yg panjang

Betul la apa orang kata, jika kita percaya dengan impian kita, apa saja halangan yg mendatang tuh, hanya satu perkara yang perlu kita lepasi, untuk membuktikan, kita memang inginkan sesuatu, seingin2nya...Oops aku rasa aku quote ayat ni dari buku the Last Lecture, hadiah ari jadi nas buat aku. =]

Semoga kita semua mempunyai impian, dan konsisten dengan perlaksanaannya. Impian itu bukan satu mimpi, impian itu juga, tak perlu terlampau realistik atau logik pada zaman ini kerana ia mungkin realistik atau logik pada masa depan. Jika realistik dan logik mengatasi impian, mungkin tiada kapal terbang yang terbang melayang untuk membawa ja ke Jepun. Impian untuk terbang melayang diudara pernah dianggap gila dan menjauhi normal, namun jelas, keinginan yang tinggi, beserta perlaksanaan yang berkonsistensi, membenarkan impian, yang menyumbang besar pada sekalian makhluk dan alam..

Aku jua punya impian,
Impian ini sangat besar dan mendalam,
Kerana ia pencapaian keseluruhan,
Buat insan lemah hamba Ya Allah Ya Tuhan,
Semoga liku hidup ku Ya Allah,
Memenuhi cerita dan jalan yang diberkatiMu,
Semoga keinginan yang paling dalam,
Tiada tertarik pada yang lain,
Selain hanyaMu Ya Tuhanku..

Semoga setiap dari kita punya IMPIAN!! =]!

Monday, September 08, 2008

Merasa dekat dengannya...

Kepala cam sakit ja nih, mata rasa cam bakup, dengan ngengkong sakit...asekk not feeling well ja, merungut jab tadik kat ida. Kena balas skalik - jie jangan camtuh, sakit tuh kan penghapus dosa.. - BETUL! Baiti balas laaakk...tak padan tgh kyusuk wat kija tuh, sempat lagik dia menyelah...bab2 nih sajaaa ar depa membantai nehh..

AKu bukan per, klau asek rasa sengal2 camnih, aku rasa aku tak jaga diri aku baik2..tak kisah la, mental ka, fizikal ka. Nih dengan jerawat yg bederau ni, spanjang aku kat kl, kali nih punya jerawat paling kritikal kot, dengan struktur kulit yg tetiba berubah....camni balik raya satgi mesti kena komplen ngan makcik2, ngan cousin2....ntah apa nak wat pun tatau kat muka nihh...aku sendrik pun sekheyau tgok muka aku kat cermin. Sebab aku makan kicap ke ar, ke sebab aku tak control telur merah...pencuci muka biasa jek, bedak, krim suma pun yg besa2...kot ye arituh aku makan keropok minyak banyak2 sangat, skang baru effeck, tapi time tuh pun dah effect..hmm, tapi stat pindah sni yg die naik byk sangat..ke sebab air paip die ni yg tak bersih sangat, memang ayaq tuh tak bersih sangat, siap leh sekhedak2 lagik...y dont i try tak amik ayaq nih...kita cubalah..

Arini aku gi kija masuk kul 10. Salunya bulan ramadan ni aku pegi kul 9, sebab nak balik kul 6. Tapi pagi tadik dah mabuk penin malam tadik takleh nak tidoq, pagi tuh baru ngantuk, aku pun tidoq arh sampai kul 8.35, kul 9 tuh baru aku kuaq umah...rasa selesa skit idup, sebab train tak penuh...baru aku leh nafas. Sejak masuk kija kul 9, dada aku sesak ngan org yg ramai, sampai klcc baru la leh napas. Klau masuk kul 9 tuh, dalam kul 7.50 -8 camtuh kuar ar rumah, tapi yg pasti, aku akan gi terminal putra dlu. Tak kisah la dapat duduk ke takk, klau dapat duduk tuh alhamdulillah rezki aku. Tapi yang pastinya, aku tanak terumbang-ambing di tgh2, klau bediri pun, aku lebih suka bediri depan kerusi, sebab tak sesak sangat/ ada tempat nak pegang/aku still leh membaca/ kebarangkalian tinggi orang bangun kat klcc dan aku leh duduk.

Dah banyak menda pending lak dalam kepala ni .
- Lom bayaq bil tepon ngan bil elektrik - aku tgu ja bank in duit dlu ni. Satgi ty dia
- Bank in duit kat bank papa.
- Mintak kakak bank in duit baju. Hah, bayaq kaih duit blouse nih.
- List senarai penerima duit raya beserta bajetnya.
- Video nih bleh dak setel dalam next week. Buat je la pelan2. Jgn paksa diri. Enjoy the task.
It will improve your creativity.
- Next change bila ekk? Klau ikut task, satu report tuh tak tele. Then ada lagi satu report yang
dalam report yg dah siap,
- Review balik batch job.

Baju raya dah ada. Kat Fahim ngan Firas ni nak bli baju raya tak ar. Aku malaih nak keluaq. Satgi beli baju cam fabrik tak sesuai pulak. Sebab aku tak suka bli baju yg cam budak2..aku suka bli baju yg menampakkan kedewasaan. Klau anak aku dah lama dah aku beli kot yg kat amcorp tuh, pastu gi bawak tangkap gambaq kat kedaii...wahahahaaa...besaq la cepat skit budak2 aih, maksu nak beli jaket.

Cerita apa la yg dok merepek kat tv sembilan ni. Dah cakap kedah pun tak jadi, baik takyah cakap. Oghang kedah bingit dengaq.

Ya Allah, serius, aku ghasa nak tidoq ja nih, beri aku sedikit kekuatan Ya Allah, atleast siap 3-4 video malam nih..esok nak gi kija kul 10 lagik bleh dak ar? Balik kul 7 pun ok ja.

Apa la aku list down kat sni nih...skang aku tgh membaca buku baru, Quantum Wellness. Nih buku ja, aku dah abis dah buku santai, ada buku serius ja. Arituh bli buku effective communication, tak santai. Dia cam kena stadi skit. Then lagik satu, buku on how to write email effectively. Tuh pun tak santai, kena allocate time. Nanti aku kena gi jalan tunku abdul rahman, nak bli buku habiburahman el-shirazi lagik. Buku2 dia sesuai baca dalam train , santai bagi aku, dan memang bagus untuk pembangunan diri aku aku tgok. Ada perkara yang mampu aku ubah dalam diri sejak aku baca karya dia.

Bab2 kerja, aku harap sangat Allah permudahkan segalanya buat aku. Sebab aku de menda lain lagik selain kerja ni yg aku nak tumpukan secara serius dan beratkan. Its time now, to work for it. Dah lama aku tangguh keinginan paling dalam aku sejak dari sekolah, dan keinginan tuh semakin meninggi sejak aku matrik. Keinginan hati yang diabaikan sebab tanggungjawab2 lain, sedangkan itulah tanggungjawab paling utama. Dan aku mohon Allah buka jalan seluas-luasnya untuk ini, biar ada masa yang cukup banyak untuk ini.

Sedap2 menulis, ja pulak baru balik, meluah perasaan la plak ja ni. Patut la selebet ja aku tgok dia masa dia nak gi kelas yoga kat opis tadik. Banyak konflik2 dalaman yang melanda. Sat aku, sat dia, sama2 la paham dah kija kat tempat yang sama. Sib baik tak sama team kan. Hiks. Dalam kija ni memang banyak cabarannya.

What i learn, satu menda kecik yang kita belajaq arini, cepat2 tarik dia dan satukan dengan pengetahuan2 lain yang kita dah belajaq. Ia membantu , untuk lihat suatu perkara dalam konsep yang lebih luas. Membantu memudahkan pemahaman, dan mempercepatkan pekerjaan. Cepat, dan pantas, semua orang nak. Semoga semakin cepat dan pantas dalam bekerja. I cannot put my expectation too high, cuma melihat setiap ari, ada perkara yang dipelajari, then walaupun sedikit, masih ada perkara untuk dipelajari. We know ourself more than others. Kita tahu kekuatan kita kat mana. Sayang diri sendri, sesayang-sayangnya. Hargai diri sendri, kerana kita sememangnya berharga.

Semoga pengalaman2 yang didapati, membantu mendewasakan, semoga kebahagiaan tuh, boleh dirasa pada setiap ketika, tanpa keadaan apa pun, tanpa sesiapa pun yang menjejaskannya, kerana jika benar kita ini hamba yang dekat dengan-Nya, biar ketika apa pun, mampu dirasakan bahagia, kerana Allah itulah sumber kebahagiaan kita.




Friday, September 05, 2008

Headphone ni plak tak bunyi sebelah, hadeh. Aszifa Aris mengalami symptom kemurungan atau lebih tepat lagik HOMESICK!!

Nak balik..uawawawwwwwwwwwwaaaaaaaa..lagik baper arini ni? Lagik 21 ari bakal pulang ke rumah. Dan bakal bercuti selama 11 hari..aww..beshnya!

Arituh ada tulis satu post, politik lagik jadinya, tulis sekerat ada kija nak wat pulak, hmm..takyah abiskanla, nanti ayah aku marah, klau tau anak kesayangan tulis opinion2 berbau politik yg bersarang kat kepala nih.

La banyak nak tulis sebenaqnya, tapi kak linda kol plak, sungguh dah cakap semua kat kak linda kot..kiki..So dah la, nak menenangkan hati sat..


Monday, September 01, 2008

Dalam kelam aku merenung,
Sungguh aku telah lupa sesuatu,
Kerana aku telah meninggalkan sesuatu,
Sungguh aku hanya insan lemah...

Bila dalam senang,
Kita selalu mudah melupakan Allah,
Bukan lupa akan rahmatnya,
Namun lupa untuk mencintai Dia dengan setulusnya...

Bila hati tidak dilatih,
Ia akan menjadi sangat letih,
Kerana dia ingin mencinta,
Hanya pada yang patut dipuja...

Bila ia suram dari itu,
Ia jadi tidak bersih,
Kasihan dia,
Dalam kelabu,
Namun masih perlu terus berfungsi..

Ya Allah,
Ampunkan aku...
Kerana sebentar aku lupa untuk taksub dan takjub hanya padaMU..

Aszifa Aris,
Jangan pernah lupa,
Rakan yang baik memotivasikan dirimu,
Al-QUran itu penasihat utamaMu,
Lagu berhikmah mengingati Allah itu,
Hiburan santai yang sangat membantu,
Renungan malam yang tajam itu,
Menginsafkan dirimu,
Puasa itu menjinak nafsumu,
Berusahalah,
Untuk menjadi lebih baik dari semalamnya,
Namun jika hari ini menjadi lebih buruk dari semalamnya,
Masih ada masa untuk menyucikannya,
Asal sedar,
Dan membuat tindakan,
Wujudkan persekitaran yang membina,
Buat dirimu,
Yang hanya lemah dalam mencari kasih sayangNya.....


Sekali lagi aku mohon Redha dan KeampunanMu, Aku pohon agar hati ini sentiasa memujaMu!