Monday, November 13, 2006

Its FYP

Ya Allah,
Di saat hati ini ditekan,
Lagi jiwa ini tertekan,
Hanya mengingati dan menujuMu,
Ia kembali sembuh..

Tiada lagi arah dan tujuku,
Selain daripadaMu,
Namun diri ini seringkali leka,
Kadangkala rasa tertipu dan menipu..

Namun,
Sudah fitrah sekeping hati,
Sudah ia berjanji,
Untuk beribadat padamu,

Cuma,
Seringkali,
Dugaan dunia,
Membuat ia terluka,
Terpalit dengan kesalan,

Ku pohon ampun,
Akan segala kesalahanku,
Ku pohon ampun,
Akan segala kesalahanku,
Bawalah aku,
Menuju sesuatu yang bukan palsu,
Menuju alamMu yang abadi..
Hanya keredhaanMu,
Menjadi pujaan hatiku...

Argh, presentation lagi...sesak! But this is my life kan?????????? Hope 4 the best!=] Chaiyok Jie!

Thursday, November 02, 2006

The Puan Rosnah n Me..=]

Yo ellow, from now on maybe i will start to write things that happen to me everyday...my Cs Life of coz,,tader..skang akukat cc ni, but then just now, pi baca blog butterfly in mypocket sat, really2 nak tegelak when baca part raksaksa angkat komuter tu...really, terinngat kat Pn Rosnah Idrus, will be missing her clas dol!...today i did said i dun love the class to fai n faizah n ema, tapi bukan camtuh sebenaqnya, i just dun like the theory2 in ethic...it makes my mind pikir lagi yg ntah aper2...

I luv Dr Fazilah class coz i have passion in knowing about how to write effectively, how to make people really understand what are u trying to say about a topic..hehe. kesimpulannya, i luv the subject..mush2..

Tapi, dalam kelas Puan Rosnah, i never focus on the subjek dol..i hanya dengar lawak2 bodoh dier n citer2 kehidupan dia sebab tu la i rasa cam x belajar subjek dalam kelas dia..hihi...dia nampak sangat comel bila membebel yang bukan2...hahaa..and for me..she is someone that really understand life...

Baca dekat moodle tadi, how sad she is, bila kami sumer mintak tips...i can really feel the kesedihan laa....she really sedih la tuh, coz she is someone yang bukan stakat mengajar, tapi mendidik...she wants us to understand what is life, what is struggle to get high marks in test..muah2...i tak kisah pon dia tak bagi tips...memang la kena susah2, baru nak boleh senang2..

I will remember la kata2 dia..."theres no shortcut in life", "as students, make mistake, takder salahnya make mistakes, u all tak penah salah as students" . She really cerewet but really tabah!

Like what i said to faizah, mungkin kalau kita jadi lec, kita akan jadi cam dia....hahaha....maybe2..who knows??

The Art Of Loving


Erich Fromm dalam bukunya 'The Art of Loving' menulis
bahwa para manusia modern sesungguhnya adalah
orang-orang yang menderita. Penderitaan tsb
diakibatkan oleh kehausan mereka untuk dicintai oleh
orang lain. Mereka berusaha keras untuk melakukan apa
saja agar dapat dicintai. Tidak sedikit remaja yang
terjerumus pergaulan bebas karena mereka ingin
dicintai dan diterima oleh kawan sebayanya. Banyak
kaum wanita yg 'bertabaruj' karena mereka ingin
mendapat perhatian dari lawan jenisnya. Para
politikuspun tidak segan-segan berdusta dan menipu
agar dicintai para pengikut dan pendukungnya.
Dalam 'Manthiq Al-Thayr' atau Musyawarah para burung,
Fariddudin Attar berkisah tetang burung Bulbul yang
begitu mencitai mawar sehingga ia berkata, 'Cukuplah
bagiku keindahan mawar itu. Kuyakin sepenuhnya mawar
itu akan selalu mengembangkan putik-putik sarinya
karena kecintaannya jua kepadaku. Aku tak bisa hidup
jika harus meninggalkannya. Aku tak mau hidup bila tak
dapat lagi memandang rekahan mawar itu.'
Namun kemudian burung Huhud yang menjadi penyampai
pesan dari Nabi Sulaiman kepada ratu Bilqis
menasehatinya, 'Ketahuilah kecintaanmu terhadap mawar
itu adalah kecintaan yg palsu. Jangalah engkau
terpesona dengan keindahan lahiriah. Mawar hanya
merekah dimusim semi. Begitu tiba musim gugur maka
mawar itu akan menggugurkan kelopaknya. Ia akan
menertawakan cintamu...'
Melalui kisah tsb Fariddudin ingin menggambarkan bahwa
sesungguhnya kecintaan terhadap mahluk itu adalah
bersifat sementara. Karena barometer yg dipakai adalah
unsur keindahan sang mahluk. Cinta itu akan sirna
tatkala tidak dijumpai lagi keindahan didalamnya.
Memang sering kali kita terperangah dan takjub melihat
sesuatu yang indah yg tertangkap oleh kedua mata kita,
sehingga membuat mata kita silau yg pada akhirnya
justru kita terbuai oleh keindahan itu sendiri...
Tentu tidaklah salah kita belajar mencintai keindahan,
karena Sang Pencipta keindahan justru mengajarkan kita
untuk mencintai keindahan. 'Innallaha jamilun yuhibbul
jamaala...' Namun kesalahan terjadi tatkala kita
mencintai keindahan melebihi cinta kita kepada Sang
Pemilik keindahan. Seharusnya justru keindahan itu
sendiri akan membawa kita lebih mencintai Sang Pemberi
keindahan.
Semoga apa-apa yg diberikan olehNYA yang tak berhingga
kepada kita dapat menambah rasa syukur kita yg
ternyata sangat berbilang terbatas ini. Dan semoga
kisah dibawah ini dapat memberikan nuansa lain didalam
mengembaraan jiwa kita untuk menggapai cintaNYA.
Dedi Haryadi Muslim
Program Studi Teknik Material
Departemen Teknik Mesin
Institut Teknologi Bandung
Indonesia

Wednesday, November 01, 2006

Let It Be..Its forever say goodbye..=]


Tak ingin ku ingati lagi rasa ini,
Semakin lama, semakin lama ia semakin hilang,
Namun hati ini masih berbekam,
Atas luka parah ditelan dalam,
Namun mulut ini tidak lagi akan bicara,
Jari ini tidak akan lagi menaip,
Hati ini tidak akan lagi mengeluh,
Akal ini tidak akan lagi memberi alas an,
Telinga ini akan jauh dari mendengar,
Aku ingin melupakanmu,
Sebagaimana aku melupakan segala kisah duka silamku,
Aku mampu,
Kerana aku telah banyak kali melakukannya,
Cuma ku harap keredhaanMu Ya Allah,
Jauh sekali niat di hati untuk memburukkan orang lain,
Cuma ingin melepaskan kesedihan di hati,
Hanya di sini,
Aku mampu,
Mampu menyampaikan apa yang di hati,
Angkatlah kedukaan ini Ya Allah,
Kerana tiada layaknya aku bersedih atas dugaan sekecil ini,
Hanya sekelumit jika ingin dibandingkan dengan yang lain-lain,
Sembuhkan luka di hati,
Balut ia dengan kasih sayangMu,
Agar ia suci kembali,
Agar ia berfungsi kembali,
Agar ia tidak lagi menyesakkan rasa di dada ini.
Buat yang mengenali,
Mengenali aku dan kisah sebenar ini,
Seribu maaf ku pohon atas segalanya,
Jauhkan diriku dari rasa bersalah,
Jauhkan jua dirimu dari rasa bersalah,
Jangan dicari lagi diri ini,
Kerana aku hanya perlu sesuatu yang suci,
Yang bukan suatu hari nanti bakal dicaci,
Maafkan aku atas segala kekasaran dan kelepasan kataku,
Namun itu hanya untuk menyembuhkan luka di hati,
Tiada dendam atau benci,
Cuma tiada perasaan lagi,
Jangan lagi mencari atau mendesaki,
Kerana aku ingin menghilangkan diri,
Jauh dari keadaan ini,
Perlunya aku meninggalkan keadaan ini,
Kembali mengejar cita-citaku yang abadi.