Diriku hanya mampu,
Menangis,
Menitiskan air mata,
Takkala mengenang segalanya
Ku harap musibah ini,
Semakin mendekatkan,
Aku dan Engkau Ya Tuhanku,
Sebagai tanda permintaan,
Dari hambaMu,
Yang lemah,
Lagi tiada daya dan kekuatannya,
Melainkan dengan izinMu saja.
Aku berdoa,
Meminta simpati,
Seolah seorang hamba,
Yang mengharap sepenuhnya,
Kepada Tuannya.
Aku lemah,
Namun tetap aku perlu teman,
Teman seperjuangan,
Dalam mengharung sebuah kehidupan.
HambaMu yang hina ini,
Tiada ia mengetahui,
Bagaimana lagi ingin berusaha,
Jika setiap usaha,
Penuh dengan perlanggaran syariatMu,
Tak mampu lagi aku,
Melakukannya...
Kerna,
Jiwaku meronta,
Kerna aku melakukan pengkhianatan kepada TuanNya,
Kerna melanggar,
Titah perintahNya...
Yang ku mampu,
Hanya berserah,
Berserah padaMu Ya Allah,
Dalam menentukan segalaNya~
Menangis,
Menitiskan air mata,
Takkala mengenang segalanya
Ku harap musibah ini,
Semakin mendekatkan,
Aku dan Engkau Ya Tuhanku,
Sebagai tanda permintaan,
Dari hambaMu,
Yang lemah,
Lagi tiada daya dan kekuatannya,
Melainkan dengan izinMu saja.
Aku berdoa,
Meminta simpati,
Seolah seorang hamba,
Yang mengharap sepenuhnya,
Kepada Tuannya.
Aku lemah,
Namun tetap aku perlu teman,
Teman seperjuangan,
Dalam mengharung sebuah kehidupan.
HambaMu yang hina ini,
Tiada ia mengetahui,
Bagaimana lagi ingin berusaha,
Jika setiap usaha,
Penuh dengan perlanggaran syariatMu,
Tak mampu lagi aku,
Melakukannya...
Kerna,
Jiwaku meronta,
Kerna aku melakukan pengkhianatan kepada TuanNya,
Kerna melanggar,
Titah perintahNya...
Yang ku mampu,
Hanya berserah,
Berserah padaMu Ya Allah,
Dalam menentukan segalaNya~

0 Comments:
Post a Comment
<< Home