Satu Pohon Dosa
Ya Allah,
Ingin sekali aku berpuisi,
Di malam yang dingin ini,
Beserta alunan indah lagu berseni iniā¦.
Pabila kena gabungannya,
Jiwaku turut terasa kesannya,
Jiwa mula luhur,
Hati mula ingin berhibur,
Jariku mula menari,
Untuk merangkap sebuah puisi...
Adakah aku sudah mula sembuh,
Atau aku masih menujunya?
Ku harap Kau bersamaku,
Dalam membantu aku melupakannya...
Segala kesilapan,
Ku akui,
Segala kesalahan,
Aku tenungi,
Maafkan,
Walau telah ku ulangi...
Tak mampu aku putuskan akarnya,
Kerna aku sememangnya seorang pencinta,
Terus aku berjalan,
Dalam mencantas dedaun-dedaunnya,
Bergerak lagi,
Dalam memotong dahan-dahannya...
Namun akhirnya,
Aku perlu bersedia,
Untuk menarik saja akarnya,
Walau kuat cengkamannya,
Walau ia ingin terus menjalar,
Ku harap, kau beri aku kekuatan,
Untuk tetap mencabutnya....
Mungkin ia benar,
Mungkin juga ia salah,
Namun dalam memperbetulkan kesalahanku,
Telah aku berjanji,
Untuk setiap kesalahan,
Perlu ada pembetulan,
Dan langkah pencegahannya,
Perlu lebih mantap dari sebelumnya...
Daun-daun sudah ku cantas dari pepohonnya,
Dahan-dahan juga telah ku potong dari terus mencetus daun,
Sudah tiba masa untuk akarnya...
Selepas ini,
Hal ini, terserah penuh padaMu Ya Allah,
Ilhamkan, aku cara dan keyakinan untuk berusaha dengan cara yang lebih mulia...
Tak mahu lagi, aku menyiram pohon dosa,
Untuk buah-buah dunia.
Satu demi satu pohon, ku harap hilang dari hidupku, sebelum aku bertemu Dia, pasti terbeban jiwaku, jika bekalan yang ku bawa, ialah pohon-pohon dosa semata...
Ingin sekali aku berpuisi,
Di malam yang dingin ini,
Beserta alunan indah lagu berseni iniā¦.
Pabila kena gabungannya,
Jiwaku turut terasa kesannya,
Jiwa mula luhur,
Hati mula ingin berhibur,
Jariku mula menari,
Untuk merangkap sebuah puisi...
Adakah aku sudah mula sembuh,
Atau aku masih menujunya?
Ku harap Kau bersamaku,
Dalam membantu aku melupakannya...
Segala kesilapan,
Ku akui,
Segala kesalahan,
Aku tenungi,
Maafkan,
Walau telah ku ulangi...
Tak mampu aku putuskan akarnya,
Kerna aku sememangnya seorang pencinta,
Terus aku berjalan,
Dalam mencantas dedaun-dedaunnya,
Bergerak lagi,
Dalam memotong dahan-dahannya...
Namun akhirnya,
Aku perlu bersedia,
Untuk menarik saja akarnya,
Walau kuat cengkamannya,
Walau ia ingin terus menjalar,
Ku harap, kau beri aku kekuatan,
Untuk tetap mencabutnya....
Mungkin ia benar,
Mungkin juga ia salah,
Namun dalam memperbetulkan kesalahanku,
Telah aku berjanji,
Untuk setiap kesalahan,
Perlu ada pembetulan,
Dan langkah pencegahannya,
Perlu lebih mantap dari sebelumnya...
Daun-daun sudah ku cantas dari pepohonnya,
Dahan-dahan juga telah ku potong dari terus mencetus daun,
Sudah tiba masa untuk akarnya...
Selepas ini,
Hal ini, terserah penuh padaMu Ya Allah,
Ilhamkan, aku cara dan keyakinan untuk berusaha dengan cara yang lebih mulia...
Tak mahu lagi, aku menyiram pohon dosa,
Untuk buah-buah dunia.
Satu demi satu pohon, ku harap hilang dari hidupku, sebelum aku bertemu Dia, pasti terbeban jiwaku, jika bekalan yang ku bawa, ialah pohon-pohon dosa semata...

0 Comments:
Post a Comment
<< Home