Sunday, November 08, 2009

Melankolik Metafora

Kasihmu bak badai datang menjulang,
Hujan lebat menimpa bak tetamu tak diundang,
Datangmu terkejut tak dapat dihalang,
Habis melambung rumah dan tanah
Dilencun digalang,
Meninggalkan bumi berbekas gersang,
Walau muncul pelangi indah senang dipandang,
Namun ia pergi segera hilang,
Tiada lagi hujan tumbuh di bumi yang mengharap,
Hanya kemarau mengisi panas tersirap...

Kasihku umpama hujan di khatulistiwa,
Kadangkala melimpah, kadangkala meruah,
Kadangkala sedikit, kadangkala dalam, kadangkala cetek,kadangkala kelam,
Diharap datang ia datang,
Diharap hilang ia hilang,
Meresap jauh ke dasar bumi,
Harap tumbuhlah fauna menghijau dipandang,
Walau tumpahnya ia ke dasar yang tak pernah memandang...

Kasih Allah jua yang bertepatan,
Walau sinar hangat menyinga,
Bersinarnya ia memberi tenaga,
Umpama matahari yang tak pernah bosan,
Dalam bersinar menyeri siang,
Bersilih ganti dengan sang bulan,
Penyeri malam sejuk memandang,
Sinar itu tak pernah hilang,
Memaut cahaya dalam kegelapan,
Berserta sama si bintang senang,
Berkelip setia,
Menemani hamba Allah,
Si makhluk,
Sang insan,
Dalam mengharungi,
Sebuah...
KEHIDUPAN

0 Comments:

Post a Comment

<< Home