Tuesday, October 06, 2009

Yang beruntung

Verily We have tried them as We tried the people of the garden, when they resolved to gather the fruits of the (garden) in the morning but made no reservation, ("if it be Allah's Will").Then there came on the (garden) a visitation from your Lord, (which swept away) all around, while they were asleep. So the (garden) became, by the morning, like a dark and desolate spot (whose fruit had been gathered). As the morning broke, they called out, one to another, "Go you to your tilt (betimes) in the morning, if you would gather the fruits." So they departed, conversing in secret low tones, (saying) "Let not a single indigent person break in upon you into the (garden) this day." And they opened the morning, strong in an (unjust) resolve. But when they saw the (garden), they said: "We have surely lost our way: Indeed we are shut out (of the fruits of our labour)!" Said one of them, more just (than the rest): "Did I not say to you, 'Why not glorify (Allah)?'" They said: "Glory to our Lord! Verily we have been doing wrong!" Then they turned one against another, in reproach. Then some of them advanced against others, blaming each other. They said: "Alas for us! We have indeed transgressed! It may be that our Lord will give us in exchange a better (garden) than this: for we do turn to Him (in repentance)!" Such is the punishment (in this life); but greater is the punishment in the Hereafter, if only they knew! (Surat al-Qalam: 17-33)

The attentive eye immediately recognises from these verses that Allah does not give examples of atheists in this story. The ones in question here are exactly those who believe in Allah but whose hearts have become insensitive towards His remembrance and who are ungrateful to their Creator. They take pride in possessing what Allah gives them as favours, and totally forget that these possessions are only resources to be used in His way. Typically, they affirm the existence and power of Allah; however, their hearts are full of pride, ambition and selfishness.
Harun Yahya : The Truth Of The Life Of This World

[17]Sesungguhnya Kami telah timpakan mereka dengan bala bencana, sebagaimana Kami timpakan tuan-tuan punya kebun (dari kaum yang telah lalu), ketika orang-orang itu bersumpah (bahawa) mereka akan memetik buah-buah kebun itu pada esok pagi; -
[18]Serta mereka tidak menyebut pengecualian.
[19]Maka kebun itu didatangi serta diliputi oleh bala bencana dari Tuhanmu (pada malam hari), sedang mereka semua tidur.
[20]Lalu menjadilah ia sebagai kebun yang telah binasa semua buahnya.
[21]Kemudian pada pagi-pagi, mereka panggil memanggil antara satu dengan yang lain -
[22](Setengahnya berkata): “Pergilah pada pagi-pagi ke kebun kamu, kalau betul kamu mahu memetik buahnya”.
[23]Lalu berjalanlah mereka sambil berbisik (katanya):
[24]“Pada hari ini, janganlah hendaknya seorang miskin pun masuk ke kebun itu mendapatkan kamu”.
[25]Dan pergilah mereka pada pagi-pagi itu, dengan kepercayaan, (bahawa) mereka berkuasa menghampakan fakir miskin dari hasil kebun itu.
[26]Sebaik-baik sahaja mereka melihat kebunnya, mereka berkata: “Sebenarnya kita sesat jalan, (ini bukanlah kebun kita)”.
[27](Setelah mereka perhati dengan teliti, mereka berkata: “Tidak! Kita tidak sesat), bahkan kita orang-orang yang dihampakan (dari hasil kebun kita, dengan sebab ingatan buruk kita sendiri)”.
[28]Berkatalah orang yang bersikap adil di antara mereka: “Bukankah aku telah katakan kepada kamu (semasa kamu hendak menghampakan orang-orang fakir miskin dari habuannya): amatlah elok kiranya kamu mengingati Allah (serta membatalkan rancangan kamu yang jahat itu) ?”
[29]Mereka berkata (dengan sesalnya): “Maha Suci Tuhan Kami! Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berlaku zalim!”
[30]Kemudian setengahnya mengadap yang lain, sambil cela-mencela.
[31]Mereka berkata: “Aduhai celakanya kita! Sesungguhnya kita adalah orang-orang yang melampaui batas.
[32]“Semoga Tuhan kita, (dengan sebab kita bertaubat) menggantikan bagi kita yang lebih baik daripada (kebun yang telah binasa) itu; sesungguhnya, kepada Tuhan kita sahajalah kita berharap”.
[33]Demikianlah azab seksa (yang telah ditimpakan kepada golongan yang ingkar di dunia), dan sesungguhnya azab hari akhirat lebih besar lagi; kalaulah mereka orang-orang yang berpengetahuan (tentulah mereka beringat-ingat).

0 Comments:

Post a Comment

<< Home