Aku, dia dan DIA
Dalam celah ku intai cahaya,
Masih ada kah peluang aku memilikinya..
Sungguh dia telah berubah tampak gaya..
Semakin kuat dalam mengenengahkan prinsipnya...
Aku rasa dia lemah,
Aku rasa dia kurang,
Selama ini aku rasa aku yang lebih,
Selama ini aku berasa aku lebih bagus...
Luarannya.
Dalamannya,
Pada dia aku tampak ada kekuatan tersendirinya,
Senang didekat, sukar dijajah,
Senang bersentuh, sukar melekat...
Pelik.
Sekejap begini, sekejap begitu,
Apa dia ini rapuh?
Atau gemar bermain teka teki...
Sukar untuk aku mempercayainya,
Kerna sikap mesra melampaunya,
Melampau bagi aku kadang2nya...
Aku masih ada impian,
Dengan gadis pujaan,
Dia ini bukan pujaanku,
Namun tetap menarik aku ke arah sesuatu...
Apa ada pada dia?
Kata dia,
Jangan menghampiri dirinya,
Jika ingin dihampiri,
Hampirkan diriku dengan Allah sejati,
Pohon saja petunjuk dariNya,
Bukan petunjuk dari dia.
Tetapkan hati kata dia,
Dan biar dia dijajah, dan melekat,
Denganku,
Dengan cara yang paling halal...
Dia hanya diam,
Dan tetap membisu,
Tanpa ingin melafaz sesuatu?
Sekurang-kurangnya,
Beri aku petunjuk sesuatu,
Namun dia tegar tiada petunjuk untuk ku...
Kata dia,
Jika ingin,
Aku di sini,
Dia di situ,
Allah di antaranya...
Biar ini cinta tiga segi,
Tak mahu berdua saja menikmati dunia..
Biar tetap bertiga sehingga ke Syurga...
Aku diam seribu bahasa,
Tanpa kata,
Tanpa bicara...
Masih ada kah peluang aku memilikinya..
Sungguh dia telah berubah tampak gaya..
Semakin kuat dalam mengenengahkan prinsipnya...
Aku rasa dia lemah,
Aku rasa dia kurang,
Selama ini aku rasa aku yang lebih,
Selama ini aku berasa aku lebih bagus...
Luarannya.
Dalamannya,
Pada dia aku tampak ada kekuatan tersendirinya,
Senang didekat, sukar dijajah,
Senang bersentuh, sukar melekat...
Pelik.
Sekejap begini, sekejap begitu,
Apa dia ini rapuh?
Atau gemar bermain teka teki...
Sukar untuk aku mempercayainya,
Kerna sikap mesra melampaunya,
Melampau bagi aku kadang2nya...
Aku masih ada impian,
Dengan gadis pujaan,
Dia ini bukan pujaanku,
Namun tetap menarik aku ke arah sesuatu...
Apa ada pada dia?
Kata dia,
Jangan menghampiri dirinya,
Jika ingin dihampiri,
Hampirkan diriku dengan Allah sejati,
Pohon saja petunjuk dariNya,
Bukan petunjuk dari dia.
Tetapkan hati kata dia,
Dan biar dia dijajah, dan melekat,
Denganku,
Dengan cara yang paling halal...
Dia hanya diam,
Dan tetap membisu,
Tanpa ingin melafaz sesuatu?
Sekurang-kurangnya,
Beri aku petunjuk sesuatu,
Namun dia tegar tiada petunjuk untuk ku...
Kata dia,
Jika ingin,
Aku di sini,
Dia di situ,
Allah di antaranya...
Biar ini cinta tiga segi,
Tak mahu berdua saja menikmati dunia..
Biar tetap bertiga sehingga ke Syurga...
Aku diam seribu bahasa,
Tanpa kata,
Tanpa bicara...

0 Comments:
Post a Comment
<< Home