Friday, July 18, 2008

Selamanya, berkekalan...

Entah nak tulis apa harini, tetiap ari aku jalan ada ja menda nak tulis, tapi bila sampai depan ni kaku lak cam kayu, klau tgh kayu tak besh menulis, biar seolah tak bernafas tuh besh menulis..

Mak ja datang smalam, sama ja depa dua, sama yg sama, macam mak ema ngan ema, macam mak faizah ngan faizah, cam mak fai ngan fai, cam mak nas ngan nas....cam mak jie ngan jie..

Aku sinis sebenaqnya, bila tgok orang sempat lagi merasa kasih sayang seorang mak, di saat2 aku rasa hidup yg dah besaq ni...Cam mak ja kan, makan tadi, dia suap ja...aiseh, aku tgok ja...dengan mengimbau kenangan lama...bersama seorang yang sangat aku cinta...pasti terasa sesuatu di jiwa, sebak mengimbau, seolah ingin mengalir air mata........tapi sempat melirik pandangan, dan cuba fokus dalam perbualan...

Sejak duduk jauh, aku memang semakin menghargai apa itu cinta dan kasih sayang. Aku tanak lagik rasa rugi dalam tidak menghargai setiap orang di sisi. Sesiapa saja, yang Allah jadikan di depan kita, mungkin esok atau lusa, atau sekejap saja, akan ditarik hilang habis dari pandangan...

Saat ketawa bersama, dirindui, saat berduka bersama dirindui, saat bahagia bersama, dirindui...Mungkin diri ini yang akan hilang menemui Yang Esa dalam sekejap saja lagi, atau yang di depan mata ini yang akan hilang menemui Yang Esa sekejap saja lagi...Ditarik nyawa dari jasad, berlari ruh meninggalkan jasad..menuju ke alam yang kekal selamanya...

Saat itu, aku tak bisa mahu mengenang lagik, dan menoleh ke belakang lagik, dan terimbau -"Sepatutnya............." Sepatutnya aku lebih mengahargai dia, sepatutnya ada kata-kata indah yang belum aku sampaikan pada dia, ada sesuatuuuuuu yang tidak sempaattt, ada sesuatu yang tidak aku lakukannn pada diaaa...Ahh...saat dia sudah tiada...apa guna lagik, mengenang...kerana mengenang itu hanya kenangannnnnn, yang telahh hilanggg...dia sudah hilanggg....

Hargailah setiap insan dihadapan kita, lafazkan saja kata maaf, jangan habiskan masa dengan berduka, dan berkelahi semata-mata...itu hanya perasaan yang membuat kehidupan masam seolah cuka, sedang kita sedang dalam kehabisan masa, untuk menghargai seadaanyaa..Dia...

Bukan sukar, hanya sedikit dua kata-kata penghargaan, yang tampak indah pada hati kita, diucapkan, dengan senyuman penuh pancaran, sudah mampu membuat diri dia bahagia sepanjang masa dalam melalui harinya, rasa bangga, yakin dan cukup, yang dicipta pada dirinya, kerana dihargai insan sekelilingnya....Dan bahagia yang dicipta pada insan lain, sebenarnya, pulangannya tinggi untuk membahagiakan diri kita....Sesungguhnya, Allah itu Maha Pemberi pada yang suka memberi....

Dalam kekalutan,
Aku hidup seolah bersangkutan,
Namun aku terasa pancaran sinar,
Pabila bahagia mengenangMu Ya Tuhan...

Aku tahu,
Aku datang untuk mengambil ujian,
Ujian pada tahap yang telah ditetapkan,
Dengan ketatnya peraturan,
Haram soalan bocor diadakan...

Aku tahu ujian Mu bukan mudah,
Kerana Kau pakar dalam segalanya,
Kau Hebat dalam segalanya,
Segala-galanya...
Pastilah soalannya juga,
Bukan semudah mana...

Namun Kau telah berkata,
Setiap candidate itu diletakkan pada tempatnya..
Pasti dapat mengharungi segala...
Sekiranya jadikan ajaran dan kuliahMu panduan,
Dan kitabMu yang satu Al-Quran sebagai buku rujukan...
Dan jadikan idola Muhammad itu sebagai contoh umat ikutan...
Pasti lulus,
Dengan cemerlangnya,
Jika itu semua dalam genggaman...

Aku tagih sungai syurga,
Bukan ludah neraka,
Pegang rapat hati ini Ya Allah,
Moga ia cepat sembuh jika luka,
Pegang rapat hati ini Ya Allah,
Semoga ia sentiasa suci disaluti Iman,
Pegang rapat,
Jangan pernah Kau lepas...
Jangan pernah..

Tidak penting dimana kita bermula, tetapi penting dimana kita berakhir, Matikan Kami YA ALLAH dalam IMAN, semoga sebesar KEMENANGAN, yaitu keredhaanMU, milik kami. Akhir pemilikan, syurga idaman sejuk damai itu, milik kami. Damai, dan damai, dalam harapan, selamanya hidup dengan kekasih pujaan. SELAMANYA. BERKEKALAN...a.m.i.n.


0 Comments:

Post a Comment

<< Home