Friday, November 23, 2007

Takdir itu tetap takdir...

Di saat embun meluruh aku terjaga,
Mengapa rasa sebak masih di dada?
Seolah ada ketulan berat,
Menghimpit..
Desakan nafas ku menjerit,
Meminta ia berhenti...

Di saat ini ku ingat padaMu Ya Allah,
Mengapa aku perlu melalui semua ini,
Hanya Kau dan aku yang tahu,
Ku pohon,
Ampuni daku,
Atas segala kelalaian dan kealpaan ku.
Siapalah aku,
Tak mampu menyoal,
Apa yang telah engkau takdirkan padaku..
Diriku,
Tiada pernah putus asanya,
Dari mengharap dariMu Ya Allah,
Dan aku mengerti,
Ini ujian untuk menjadikan aku tabah..

Cuma timbul sedikit kekesalan,
Mengenangkan kelalaian dalam hidup ku..
Sembuhkan aku Ya Allah..
Dari luka-luka ini,
Dari parut-parut silam,
Yang kadangkala,
Mematahkan semangat,
Membuat aku lemah,
Malah
Mengundang syaitan menjadi teman setiaku..

Betapa istimewa dan uniknya setiap hambaMu,
Itu aku tahu,
Tapi itu semua muncul,
Hasil jerit payah dugaan dariMu,
Setiap hari ku pohon,
Jadikan aku insan yang kuat dan tabah...
Mana mungkin Aszifa Aris,
Kekuatan itu akan timbul,
Tanpa latihan yg kental..

Dan kini,
Tiada aku meminta,
Untuk tidak mengalaminya lagi..
Sesungguhnya aku bersedia,
Untuk menghadapi kekalahan lagi,
Cuma,
Tambahkan lagi,
Sifat istimewaku,
Dari situ.

Dan buat semua manusia,
Yang menyayangi dan menghargai diriku,
Jangan pernah menyoal,
Apa perasaanku,
Cukuplah,
Di saat mengingati diri ini,
Doakan aku,
Semoga syurga menjadi milikku...


Sesungguhnya, apa yg dikejar di dunia ini tidak pernah tamat. Satu persatu, peristiwa berlaku dalam hidupku, dan satu persatu kekuatan aku kutip, satu persatu sifat, aku pupuk, satu persatu keikhlasan aku bina. Walaupun aku tidak pernah akan jadi sempurna, tapi aku yakin, di suatu hari, di saat aku pergi menemuinya, andai aku mampu lalui semua takdirku, andai Allah memberkatiku,. aku akan memiliki apa sebenarnya yang aku cari.

Sesungguhnya, takdir tetap takdir, betapa hebat kita berharap, atau betapa hebat kita merancang, takdir adalah takdir yang tetap akan berlaku. Kita cuma perlu menyesuaikan diri dengannya...

“Seorang mukmin salah mengira bahwa hari-hari yang dilaluinya adalah apa yang telah ia rencanakan sebelumnya. Kenyataan sebenarnya adalah bahwa ia hanya menyesuaikan diri dengan takdir Allah yang telah ditetapkan atasnya. Bahkan jika seseorang mengira bahwa ia telah berperan dalam sebuah situasi, ia menganggap ia dapat mengubah takdirnya. Sebenarnya ia mengalami momen lain yang telah ditakdirkan untuknya. Tak ada satu waktupun dalam kehidupan kita terjadi di luar takdir.”
-Harun Yahya, ::Melihat Kebaikan Dari Segala Hal-


Layakkah aku berkata tidak mampu, Di saat Allah berkata...

"Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." (al-Qamar: 49)

Andai aku turut jua mengikut perasaaanku, dan berkata aku tidak boleh, bukankah aku melawan kata- kata Tuhan, di saat Dia sudah berkata aku mampu....Tak ingin lagi, aku menambah-nambah dosaku...

"Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya."
(al-Mu`minuun: 62)

Walaupun kesabaran itu, suatu sifat yang tinggi akhlaknya, di saat aku jauh dari situ, tetapi inilah peluang, untuk aku memiliki sifat itu kerana...

Nabi s.a. w., "Barangsiapa yang tetap bersabar, Allah akan membuatnya sabar. Tak ada karunia yang lebih baik daripada kesabaran." (HR Bukhari)

Kerana pasti Allah akan menolongku.

Layakkah aku, untuk berkata, aku tidak mampu hidup tanpa kasih sayang manusia, di saat kenyataan dalam Al-Quran...

"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal." (Ali Imran: 160)

Dan aku pohon, seribu kebaikan buat ku...

"Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Yunus: 107)

Walaupun aku jauh dari suci, hanya padaMu ku berharap...

"… dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (Yusuf: 87)

"Sesungguhnya, setelah kesulitan itu ada kemudahan."
(al-Insyirah: 5)
.Biar sulit di dunia, andai mudahnya di akhirat.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home